Langsung ke konten utama

Ciri-Ciri Radang Sendi Akut


Ciri-Ciri Radang Sendi Akut - Artritis atau dikenal juga dengan radang sendi, merupakan peradangan yang terjadi pada satu atau beberapa sendi. Yang mengakibatkan sendi menjadi kaku, dan sulit untuk digerakkan. Keluhan radang sendi bisa terjadi pada siapa saja, dari mulai anak-anak, dewasa hingga lansia. Namun memang kebanyakan penderita radang sendi ini sendiri ialah orang yang berusia 65 tahun ke atas.


Penyebab radang sendi ini beragam, dari mulai : adanya penumpukan kristal asam urat atau gout arthritis, osteroarthritis, rheumatoid arthritis, dan yang lainnya. Selain penyebab tadi, ada juga beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena radang sendi. Seperti : kelebihan berat badan, usia, jenis kelamin, riwayat cedera, hingga riwayat penyakit.


Ciri-Ciri Radang Sendi Akut


Berikut ini beberapa gejala umum penyakit radang sendi, diantaranya :


  1. Keterbatasan gerak,
  2. Pembengkakan sendi,
  3. Sendi nyeri dan kaku,
  4. Kemerahan dan rasa hangat pada sendi,
  5. Terjadi penurunan otot di sekitar sendi,
  6. Mengecilnya ukuran otot di sekitar sendi.

Selain gejala di atas, beberapa penderita radang sendi juga sering mengeluhkan :


  • Demam - ini karena penyakit infeksi.
  • Muncul suara gesekan saat sendi digerakkan.
  • Rasa lelah dan lemah yang tidak jelas penyebabnya.
  • Terdapat benjolan pada sendi yang mengalami peradangan.
  • Kesulitan menggerakkan bagian tubuh yang mengalami radang sendi.
Penyakit radang sendi tidak boleh dianggap sepele, ini karena radang sendi yang tidak ditangani dengan baik dapat mengakibatkan komplikasi. Seperti : osteoporosis, gangguan tidur, kelainan bentuk kaki, penurunan produktifitas, depresi dan gangguan kecemasan, dan yang lainnya.

Selain konsumsi obat, biasanya dokter akan menyarankan penderita radang sendi untuk menerapkan pola hidup sehat. Dengan :

Menjagat berat badan ideal - bagi penderita radang sendi yang mempunyai berat badan berlebih, sangat disarankan untuk menurunkan berat badan dengan mengatur pola makan atau diet. Dengan berkurangnya berat badan, berkurang juga tekanan pada sendi.

Rutin berolahraga - melakukan olahraga secara rutin bisa meningkatkan daya tahan tubuh untuk memperkuat otot-otot di sekitar persendian, dan membuat persendian menjadi lebih stabil. Olahraga yang disarankan ialah jenis olahraga yang tidak memberikan tekanan berlebih pada sendi, seperti berenang.


Anda bisa menurunkan risiko terjadinya radang sendi dengan melakukan beberapa cara ini :


  • Menjaga berat badan ideal.
  • Rajin bergerak serta berolahraga secara teratur.
  • Jaga postur tubuh yang baik saat duduk atau berdiri.
  • Perbanyak konsumsi sayur, buah, dan makanan yang mengandung asam lemak omega-3 serta kondrotin sulfat, seperti ikan laut dan timun laut.
  • Lakukan kontrol rutin jika mengalami penyakit autoimun, penyakit asam urat dan penyakit infeksi yang bisa meningkatkan risiko terjadinya radang sendi.


Sekian informasi mengenai Ciri-Ciri Radang Sendi Akut, semoga bermanfaat.



Sumber : alodokter.com

Ciri-Ciri Radang Sendi Akut

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ciri Ciri Asam Urat Pada Jari Tangan

Ciri Ciri Asam Urat Pada Jari Tangan - Keluhan asam urat umumnya terjadi pada kaki atau tangan, seperti : Siku, pergelangan tangan hingga jari tangan. Gejala asam urat dapat memburuk dan membuat penderitanya mengalami kesulitan saat beraktivitas. Ini karena gejala yang muncul bisa terasa beberapa hari. Ciri Ciri Asam Urat Pada Jari Tangan Berikut ini beberapa gejala atau ciri asam urat tinggi di jari tangan : - Kesulitan Mengepalkan Tangan Saat asam urat tinggi, penderitanya sering mengalami kesulitan menggerakan jari-jari atau pergelangan tangan secara normal. Dan tidak jarang sulit mengepalkan tangan, sehingga aktivitas pun terganggu. - Jari Tangan Bengkak dan Nyeri Ciri berikutnya ialah jari tangan dan pergelangan tangan terasa kaku, membengkak dan kemerahan. Dan tidak jarang disertai rasa nyeri, perih dan panas. Gejala ini dapat kambuh tiba-tiba pada malam hari atau pagi hari saat bangun tidur. Hal ini menghambat penderitanya saat membuka pintu, memegang benda, menulis atau mencuc...

Penyebab Jari Tangan Kaku Dan Sakit Saat Ditekuk

Penyebab Jari Tangan Kaku Dan Sakit Saat Ditekuk - Jari tangan kaku dan tidak bisa digerakkan, bisa terjadi karena tendon jari tangan mengalami peradangan. Tendon sendiri merupakan penghubung antara tulang dan otot. Hal ini mengakibatkan jari jari tangan tidak bisa digerakkan dengan leluasa, yang akhirnya menyebabkan jari berbunyi saat ditekuk dan diluruskan. Penyebab Jari Tangan Kaku Dan Sakit Saat Ditekuk Berikut ini beberapa penyebab jari tangan kaku Radang sendi Yang pertama bisa jadi karena radang sendi yang terjadi pada pangkal jempol, tengah jari dan di ujung jari. Selain nyeri, kaku dan bengkak radang sendi jari tangan juga ditandai dengan munculnya benjolan pada jari yang kaku. Rheumatoid arthritis Tidak hanya membuat jari tangan bengkak dan terasa kaku, kondisi ini juga dapat mengakibatkan penderitanya mengalami : Demam, kelelahan, hingga penurunan berat badan. Asam urat Kondisi ini lebih sering terjadi pada pria, kristal asam urat pada sendi dapat memicu peradangan, sehingg...

Khasiat Daun Pandan Untuk Syaraf Kejepit

Khasiat Daun Pandan Untuk Syaraf Kejepit - Keluhan syaraf kejepit merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum atau sering terjadi di masyarakat kita. Syaraf mempunyai peranan penting dalam tubuh, melalui sistem syaraf komunikasi antar tubuh dan otak berjalan lancar. Saat Anda mengalami syaraf kejepit tubuh akan mengirim sinyal berupa rasa nyeri, hal inilah yang sebaiknya tidak Anda remehkan. Salah satu cara mengatasi syaraf kejepit ialah dengan menggunakan bahan alami atau herbal. Siapa sangka jika daun pandan yang banyak dijadikan bumbu dapur, ternyata baik juga untuk kesehatan syaraf. Khasiat Daun Pandan Untuk Syaraf Kejepit Daun pandan sering digunakan saat membuat kue atau kolak, hal ini karena daun pandan bisa memberikan aroma wangi. Tapi ternyata tidak hanya mudah diperoleh dan ditanam, daun pandan juga mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan. Daun yang cukup populer di Asia Tenggara ini mengandung senyawa polifenol, flavonoid, saponin, hingga alkaloid. Semua senyawa ini b...